MPC PP Inhu Merangkul Petani,Membentuk BUMP setiap Desa, Indra T:Petani Harus Bersatu

By Redaksi SR 17 Des 2019, 13:59:00 WIB Ekonomi
MPC PP Inhu Merangkul Petani,Membentuk BUMP setiap Desa, Indra T:Petani Harus Bersatu

Keterangan Gambar : Istimewa


INHU (SUARARAYA.COM)-Konsep kelembagaan petani selama ini banyak dihidupkan dan digerakkan dari atas (pemerintah) lebih mirip sebagai lembaga penggerak masa. 

Kondisi ini dapat berdampak merapuhnya petani, seperti kelompok tani maupun Koperasi Unit Desa (KUD) yang ditunjukkan dengan ketidakpedulian petani terhadap lembaga tersebut. 

Ini disampaikan Ketua MPC Pemuda Pancasila (PP), Indra T saat bertemu petani 5 desa, Senin (16/11/2019), di Kantor Desa Sialang Dua Dahan, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau. 

Petani lain yang hadir ada dari Desa Redang Kecamatan Rengat Barat, Desa Belilas Kecamatan Seberida, Desa Batanggangsal Kecamatan Batang Gangsal, Desa Tanjung Sari Kecamatan Kuala Cenaku. 

Tampak hadir dalam kegiatan itu Ketua SEKNAS Badan Usaha Milik Petani (BUMP) Indonesia Dr Ir.S.Edie Waluyo MM,Inisiatior BUMP di Riau Alexander Pranoto, Ketua MPC Pemuda Pancasila Indra T, Perwakilan PT Buana Orbit Sejahtera Antoni. 

Untuk mengatasi kondisi tersebut, kata Indra, MPC PP Inhu bertekad membentuk sebuah lembaga petani yang bisa menjadi payung hukum dan mensejahterakan masyarakat petani seluruh desa di Inhu. 

Indra menyebutkan, Badan Usaha Milik Petani (BUMP) setiap desa harus terwujudkan. seiring dengan dilakukannya kegiatan pemberdayaan petani yang melihat pada kemampuan petani dalam menentukan kebutuhannya.

"Dengan adanya BUMP bisa memberikan kesempatan bagi petani dalam memenuhi kebutuhan yang diperlukannya dalam sistem agribisnis. Peran aktif petani dapat teruwujud melalui sikap antusias dan inisiatif tanpa dipengaruhi oleh pihak lain, "jelas Indra T yang digadangkan menjadi Bakal Calon Bupati Inhu 2020 ini

BUMP ini, menurut dia, langkah tepat dalam pembangunan masyarakat desa. Yang mana, sebuah sistim untuk memproses perencanaan masyarakat petani di desa yang ada di Inhu,  memperbaiki kondisi masyarakat yang belum ideal menjadi suatu kondisi masyarakat yang ideal.

Jadi, jelasnya, dalam mencapai kondisi yang ideal tersebut, dibutuhkan suatu pemberdayaan pembangunan masyarakat petani desa, melalui program pembangunan masyarakat yang berhubungan langsung dengan upaya pemenuhan kebutuhan dan pengurusan kepentingan masyarakat setempat.

" Tentunya harus melalui proses partisipasi masyarakat, sehingga kebijakan yang dibuat bersifat bottom-up dan menimbulkan kondisi masyarakat yang berdaya, mampu, dan mandiri, "ucapnya.

Indra berkeyakinan, dengan adanya BUMP setiap desa, bisa menarik kepercayaan para penyediaan jasa dari lembaga pembiayaan, lembaga penelitian, lembaga transportasi, dan peraturan pemerintah.***




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment