Perda Ketenagalistrikan Disahkan DPRD Riau, Dapat Memberikan Manfaat Bagi Masyarakat.

By Redaksi SR 16 Apr 2018, 22:04:44 WIB Advertorial
Perda Ketenagalistrikan Disahkan DPRD Riau, Dapat Memberikan Manfaat Bagi Masyarakat.

Keterangan Gambar : ISTIMEWA


RAPAT Paripurna DPRD Riau akhirnya mengesahkan revisi peraturan daerah tentang ketenagalistrikan, Senin (16/4/2018).

Dalam Kegiatan paripurna yang dihadiri 43 anggota dewan itu dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Riau, Sunaryo. Hadir juga dalam kegiatan tersebut, Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi.

Dalam rapat paripurna tersebut, sebagai juru bicara Pansus Perubahan Atas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Ketenagalistrikan Almainis menjelaskan, laporan yang disampaikan pansus perubahan atas rancangan peraturan daerah Nomor 5 tahun 2014, tentang rancangan peraturan daerah tentang ketenagalistrikan daerah ini merupakan hasil fasilitas yang dilakukan oleh DPRD Provinsi Riau melalui Biro Hukum dan HAM Pemerintah Provinsi Riau ke Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Almainis menyebutkan, hendaknya rancangan peraturan daerah ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat di Provinsi Riau. 

Terutama, khususnya dalam bidang penggunaan, pemberdayaan, pengelolaan serta pengusahaan ketenagalistrikan di Riau

"Dengan adanya dukungan masyarakat, eksekutif dan legislatif, rancangan peraturan daerah tentang Ketenagalistrikan ini dapat bisa memberikan manfaat untuk segenap masyarakat Riau secara luas,"jelasnya.

Dalam Rapat Paripurna ini dijelaskan beberapa poin revisi hasil fasilitas yang diterima adalah pada poin-poin sebagai berikut, pertama redaksi tahun pada judul awal ranperda disesuaikan dengan tahun yang sedang berjalan. 

Kedua penyempurnaan pada point mengingat guna disesuaikan dengan aturan hukum dan perundang-undangan. 

Ketiga Pasal 1, point 3n 6, 23, 25, 30, 34, 39, 41 dilakukan penyempurnaan dan penyesuaian. Keempat Pasal 2 huruf d dilakukan penyempurnaan redaksional. Kelima Pasal 4 huruf k, l dan m dihapus karena tidak sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. 
 
Keenam pasal 28 point 2 dan 4 dilakukan penyempurnaan dan penyesuaian redaksional. Ketujuh, pasal 29A point 3 dihapus karena tidak sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. Kedelapan, pasal 49 point 1 dilakukan penyempurnaan redaksional.

Dia mengatakan, ranperda ini juga mengatur tujuan keselamatan ketenagalistrikan yang mewajibkan instalasi tenaga listrik memiliki sertifikat layak operasi, peralatan dan pemanfataan tenaga listrik harus sesuai dengan standar nasional Indonesia dan tenaga teknik harus memiliki sertifikat kompetensi. 

Sekretaris Daerah Provinsi Riau Ahmad Hijazi menambahkan, pendapat akhir kepala daerah tentang ketengalistrikan merupakan penyediaan dan pemanfaataan tenaga listrik serta usaha menunjang tenaga listrik.      

Pasalnya, melalui ranperda ini diatur ketentuan penyedia tenaga listrik mencakup jenis usaha, wilayah usaha, pelaku usaha, perizinan, hak dan kewajiban pemegang izin usaha, penyedia tenaga listrik, keselamatan ketenagalistrikan, pembinaan dan pengawasan untuk mewujudkan penyediaan tenaga listrik yang aman, andal dan ramah lingkungan.

Adanya penetapan Ranperda ketenagalistrikan menjadi payung hukum hendaknya bisa mempermudah penyediaan tenaga listrik bersifat padat modal dan teknologi yang sejalan dengan prinsip otonomi daerah dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 

Untuk itu, peran pemda dan masyarakat dalam penyedian tenaga listrik perlu ditingkatkan sehingga tersedia tenaga listrik dalam jumlah yang cukup, merata dan bermutu.

Disamping bermanfaat, sambungnya, ketenagalistrikan juga membahayakan sehingga dalam penyediaan dan pemanfaataannya harus memperhatikan ketentuan keselamatan ketenagalistrikan. 

"Kami .harapkan melalui perda ini dapat meningkatkan peran serta pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menetapkan kebijakan pengaturan, pengawasan dan melaksanakan usaha penyediaan tenaga listrik,"ungkapnya.(adv/MK)

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment