Ekspedisi Nusantara, Eksostisme Kebun Hingga Secangkir Kopi

By Redaksi SR 29 Jun 2018, 22:30:59 WIB Wisata
Ekspedisi Nusantara, Eksostisme Kebun Hingga Secangkir Kopi

Keterangan Gambar : (Ilustrasi/internet)


 

JAKARTA (SUARARAYA.COM)-Dalam rangka lebih mengenalkan dan memasarkan varian kopi Indonesia, khususnya kopi Papua, komunitas Kopi dan Pariwisata yang didukung oleh Dewan Kopi Indonesia (DEKOPI), Association Sales Travel Indonesia (ASATI) dan Indonesia Diaspora Network (IDN) SME Export Empowerment & Development menyelenggarakan kegiatan ekspedisi Kopi Nusantara, yang akan dimulai di Wamena Papua pada tanggal 8-20 Agustus 2018.

Anton Apriyantono (Menteri Pertanian RI 2004-2009) sebagai Ketua Pelaksana program yang juga Ketua Umum DEKOPI, menjelaskan bahwa Ekspedisi Kopi Nusantara
merupakan program kegiatan pendokumentasian keragaman kopi Indonesia sekaligus 
pencitraan parawisata eksotisme kopi mulai dari kebun sampai ke secangkir kopi serta pariwisata sekeliling perkebunan kopi”

“Kopi di Indonesia, terutama dikenal dengan 2 jenis (spesies) yaitu Arabika dan Robusta,sementara daerah penghasil utama kopi terbaik di Indonesia untuk jenis Arabika adalah Aceh Gayo (Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues), Sumatera Utara (Lintongnihuta, Mandailing, dan Sidikalang), Jawa Tengah (Temanggung, Ungaran), Jawa Barat (Gunung Puntang, Malabar, Garut), Jawa Timur (Malang, Jember, Jampit), Flores (Bajawa, Manggarai), Sulawesi (Toraja dan Kalosi, Kabupaten Enrekang), Papua (Wamena) dan Bali (Kintamani). Sedangkan untuk penghasil kopi jenis Robusta ada di Lampung (Lampung Tengah, Lampung Barat, dan Tanggamus), Bengkulu dan Sumatera 
Selatan,"lanjut Anton.

“Keberadaan varian tanaman kopi Indonesia dari Aceh sampai Papua merupakan kelebihan kopi Indonesia dibandingkan dengan kopi dari negara-negara penghasil kopi terbesar dunia, seperti Columbia dan Brazil," ujar Niniek Sadmojo (Dubes RI untuk Columbia 2012-2017).

Kegiatan diawali dengan Pencanangan Program berupa Ekspedisi Pendakian dan Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Trikora pada Hari Kemerdekaan RI ke-73 (Pada 17 Agustus 2018) disertai dengan Coffee Trip (Wisata Kunjungan) ke kebun Kopi di Wamena – Papua serta partisipasi dalam event Festival Lembah Baliem. 

Seiring dengan hal tersebut, dilakukan juga pengumpulan data untuk penulisan buku ”THE JOURNEY OF INDONESIAN COFFEE” Mahakarya Kopi Indonesia Dari Wamena ke Takengon serta dokumentasi foto dan video di kebun kopi Wamena-Papua.

Untuk diketahui, nuku dan video dokumenter ”THE JOURNEY OF INDONESIAN COFFEE”, bertujuan 
menjadi sarana promosi dan pemasaran kopi Indonesia yang paling efektif di seluruh penjuru dunia, dengan peran perwakilan Indonesia di luar negeri (KBRI, KJRI dan ITPC) bersinergi dengan komunitas Indonesia Diaspora Network yang tersebar di seluruh belahan dunia.

Dijelaskan oleh Ira Damayanti selaku VP Indonesian Diaspora Network / Diaspora USA, selaku Penggagas Ide dan Pengarah Program Buku dan Video Dokumenter.

Pengumpulan data dan dokumentasi untuk penulisan buku dilakukan secara bergilir ke 12 daerah penghasil kopi, setelah Wamena-Papua akan dilanjutkan berturut turut ke Sulawesi, Flores, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Sumatera Utara dan berakhir di Aceh.

Ditambahkan oleh Tengku Irham sebagai koordinator penyusunan buku dan video dokumenter serta Humas Program.

Acara pendakian dan pengibaran bendera Merah Putih di puncak Trikora dilakukan oleh 2 
orang pendaki wanita Indonesia, yaitu Mila Ayu Hariyanti, S.Or.

Pemegang rekor MURI perempuan pendaki tercepat yang mampu menyelesaikan 7 summits Indonesia dalam kurun waktu 100 hari, dan Dr. Shelvie Nidya Neyman, M.Si.,S.Kom. seorang Dosen di Institut Pertanian Bogor. 

Pengibaran merah putih ini untuk mengingatkan kita akan perjuangan menyatukan Papua menjadi bagian dari NKRI. Sedangkan pendakian oleh dua wanita ini menggambarkan semangat perjuangan wanita Indonesia.
Puncak Trikora atau Ettiakup merupakan salah satu gunung yang terdapat di Papua Barat, Indonesia. 

Nama Trikora diambil dari kepanjangan “Tri Komando Rakyat” yang dimandatkan oleh presiden pertama Indonesia, Soekarno, pada Desember 1961. 

Puncak Trikora mencapai ketinggian 4.751 meter, menjadikannya gunung tertinggi ketiga di Indonesia setelah Puncak Jaya dan Puncak Mandala.Pada peluncuran program EKSPEDISI KOPI NUSANTARA juga akan diadakan kegiatan wisata perjalanan kopi (coffee trip), perjalanan wisata dengan mengundang peserta 
peminat kopi dan wisata dari mancanegara, serta lomba karya fotografi dengan tema
kopi.***




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment