Dihadiri Anggota DPR RI Effendi Sianipar, Pengurus AKMR Resmi Dilantik

By Redaksi SR 19 Nov 2019, 21:07:35 WIB Riau
Dihadiri Anggota DPR RI Effendi Sianipar, Pengurus AKMR Resmi Dilantik

PEKANBARU (SUARARAYA.COM)-Pengurus Asosiasi Kontraktor Migas Riau (AKMR) Periode 2019 - 2022, resmi dilantik, Selasa (19/11/19), di Hotel Primer Pekanbaru. 

Hadir dalam kegiatan itu Anggota DPR RI dari Riau Effendi Sianipar, Perwakilan SKK migas Harianto Syafri, Wakil DPR Provinsi Riau Asri Auzar, Plt Asisten II Setdaprov Riau Indra, intansi terkait, tamu undangan lainnya. 

Dari data yang diterima berikut Pengurus Asosiasi Kontraktor Migas Riau (Akmr) Periode 2019-2022 yaitu, Ketua Pembina Gubernur Riau Syamsuar, KA SKK Migas Sumbagut, Anggota DPR RI Effendi Sianipar, LAM Provinsi Riau Datuk Seri Syahril Abu Bakar, Ketua Ricky Sinambela, Wakil Ketua Peng Suyoto, Ketua Umum Azwir Effendy, Wakil Ketua Umum Beny Siagian, Sekretaris Umum Harry Hutagalung Wakil Sekretaris Imran Ucok, Bendahara Kirno, Wakil Bendahara Eduardus Indriyadi.

Plt Asisten II Setdaprov Riau Indra memberi sambutan sekaligus pengarahan dalam acara pelantikan inj mengatakan,  mengatakan bahwa Blok Rokan merupakan blok minyak dengan produksi kedua terbesar di Indonesia. 

Blok seluas 6.264 Km2 ini memiliki 96 lapangan minyak, dimana tiga lapangan di antaranya berpotensi menghasilkan minyak sangat baik, yaitu Lapangan Duri, Minas, dan Bekasap.

"Meskipun masih menjadi penyumbang produksi minyak terbesar kedua di Indonesia, namun produksi Blok Rokan terus turun dari tahun ke tahun. Pada tahun 2013, produksi Blok Rokan mencapai 116.5 Juta Barel, sedangkan pada tahun 2015 hanya 102.5 Juta Barel. Pertamina pun ditantang untuk bisa meningkatkan kembali produksi minyak Blok Rokan ketika alih kelola pada 2021 mendatang," ujar Indra

Sementara itu Anggota DPR RI, Effendi Sianipar, mengatakan, seiring dengan adanya Peraturan Menteri ESDM Nomor 37 Tahun 2016, diperlukan kesiapan dan komitmen para pemangku kepentingan di daerah secara bersama-sama terlibat dalam pengelolaan Participating Interest (PI) 10% di Riau.

"Kesiapan kita daerah di Riau harus bisa mengerjakan nantinya. Tentu harus juga mendapatkan keuntungan bagi daerah di Riau. Bisa memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat, " pungkasnya. ***

 

 

 

 

 

 


Penulis : Satria/M Kurniawan

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment