Berkas dan Tersangka Tahap II PT SSS Dilimpahkan ke-Kejari Pelalawan

By Redaksi SR 14 Nov 2019, 18:05:23 WIB Hukrim
Berkas dan Tersangka Tahap II PT SSS Dilimpahkan ke-Kejari Pelalawan

Keterangan Gambar : Foto : Satria/Suararaya.com


PEKANBARU (SUARARAYA.COM)-Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau bersama penyidik Kejati Riau akhirnya melaksanakan Tahap II pelimpahan berkas dan tersangka PT Sumber Sawit Sejahtera kepada Kejaksaan Negeri Pelalawan, Kamis, 14 November 2019 pagi.

Disampaikan Wakil Direktur Reskrimsus Polda Riau AKBP Fibri Karpiananto pelimpahan tahap II ini sebagai bentuk keseriusan Polda Riau dalam menangani kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau.

"Tadi pagi, kita (Ditreskrimsus)  bersama penyidik Kejati menyerahkan tahap II PT SSS ke pihak Kejari Pelalawan," sebut Fibri. 

Dijelaskan Fibri, dalam perkara ini, Polda Riau telah menetapkan PT SSS sebagai tersangka koorporasi Karhutla dan tersangka perorangan menurut jabatannya.

"Menurut UU Koorporasi sebuah badan usaha tidak bisa ditahan, bukan berarti tidak bisa kita tahan atau dilepas," ujar Fibri. 

Sebagaimana diketahui, PT SSS ditetapkan sebagai tersangka Karhutla secara korporasi pada awal Agustus 2019 lalu. 

Penetapan tersangka dilakukan setelah Polda Riau melakukan penyelidikan sejak Februari tahun yang sama. 

Namun, selang dua bulan Polda Riau baru menetapkan pihak yang dinilai paling bertanggung jawab sebagai tersangka dari perusahaan tersebut yaitu Manajer Operasional PT SSS berinisial AOH.

"Untuk tersangka AOH ditahan merupakan tersangka perorangan, " jelasnya. 

Luas lahan perusahaan yang terbakar itu mencapai 150 hektare, hasil penyidikan polisi terungkap jika lahan konsesi terbakar akibat kelalaian pihak perusahaan.

"Alhamdulillah kasus koorporasi pertama ditahun 2019, ini bentuk komitmen Polda Riau terhadap penanganan kasus karhutla," pungkasnya.***

 

 

 

 

 

 

Penulis : Satria
Editor    : M Kurniawan




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment