Berada di Siak \"Rasa\" Paris dan London

By Redaksi SR 18 Jan 2019, 15:06:53 WIB Riau
Berada di Siak \"Rasa\" Paris dan London

Keterangan Gambar : (Ilustrasi/Internet)


SIAK (SUARARAYA.COM)-Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) RI, Luhut Binsar Panjaitan melakukan panen raya padi dan peresmian pengelolaan unit air baku jaringan irigasi Siak kiri Kecamatan Bungaraya kabupaten Siak Riau Rabu, (16/1/2019).

Kedatangannya, ke sejumlah daerah di Riau kali ini memenuhi janji Gubernur Riau terpilih Syamsuar, yang beberapa waktu lalu berkunjung ke kediamannya di Kawasan Mega Kuningan III, Jakarta bersama tokoh Lembaga Adat Melayu Riau.

 “Saya datang ke Riau, sama pulang kampung, karena masa kecil saya pernah di Pekanbaru, Rumbai. Saya di bawa oleh orang tua dari Danau Toba ke Pekanbaru. Waktu itu saya masih berusia 3 tahun. Saya dahulu sekolah di SD Cendana dan SMA Negeri 1 di Pekanbaru. Sambil bernostalgia saya ke Siak ini," cerita Luhut kepada wartawan, usai kegiatan

Masih Luhut, saat berkunjung ke Istana Siak, dirinya melihat kota kecil namun sangat bersih. "Saya mengangagumi orang yang membuat bersih, bantaran sungainya di buat bersih rasanya saya seperti berada di London dan Paris,"ungkapnya.

Disisi lain, Luhut tiba pukul 09.00 WIB. Luhut sebelum ke Bungaraya, bersama Bupati Siak Syamsuar mengunjungi Istana Siak terlebih dahulu. Dihadapan ratusan para petani Luhut berpesan, biarpun bapak Syamsuar menjadi Gubernur, pak Wakil jadi Bupati tolong di lanjutkan apa yang sudah di buat oleh yang lama.

“Saya melihat Pak Syamsuar memberikan ketauladanan, orang Siak banggalah karena Gubernur akan datang berasal dari Siak.
Itu tidak mudah karena pak Syamsuar meniti karir mulai dari PNS biasa, menjadi camat hingga terpilih menjadi Gubernur,”terangnya.

Revormasi agraria, sambungnya, menjadi penting, program ini sudah ada sejak 1981 namun tidak pernah di tingkatkan hanya rutin begitu saja, namun sekarang sertifikat yang akan di bagikan 6,8 juta kepada masyarakat.

Kemudian di tambah surat tanah yang jumlahnya mencapai 9,3 juta. Sehinga ada kepastian hukum bagi masyarakat terhadap kepemilikan lahan perkebunan dan lahan rumah.

Bupati Siak Syamsuar dalam sambutannya mengatakan, begitu banyak program pemerintah pusat yang masuk di Kabupaten Siak.

Misalnya, kata dia, nantuan dana Desa yang terus meningkat. Tahun 2019 ini danya alokasi dana bagi setiap Kelurahan seluruh Indonesia. Bantuan stimulan untuk perbaikan perumahan bagi keluarga miskin yang ada di Kabupaten Siak yang sudah di nikmati rakyat sebanyak 1075 unit.

"Tidak itu Saja kita juga mendapat bantuan rumah bagi nelayan sebanyak 45 unit. Kemudian bantuan partisipasi air bersih dan air minum bagi desa desa yang mengalami kesulitan air,”ungkapnya.

Selain itu, sebut Syamsuar, Pemkab Siak juga mendapat bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) kepada para petani Siak. Diharapkan para petani tidak merubah fungsi lahan menjadi lahan Sawit. Ini sudah menjadi komitmen para petani yang ada di Bungaraya sudah menumbangkan sawitnya dan beralih tanam padi.

"Saya sampaikan tanah yang termahal di Kabupaten Siak. Bahkan, di Riau setelah saya berkunjung ke keseluruh daerah di Riau, tanah yang termahal yaitu ada di Bungaraya 1 hektarnya bisa mencapai dua ratus samapi dua ratus empat puluh juta per hektar,”jelas dia.

"Ini menandakan bahwa tanah ini sangat di butuhkan oleh masyarakat untuk pengembangan padi,"sambungnya.

Berikut lainnya, bantuan ternak sapi, peralatan tangkap ikan yang sudah di serahkan kepada nelayan Siak, taman teknologi pertanian yang ada di Mandau.

Kemudian, kegiatan replanting sawit bantuan cuma-cuma diberikan kepada petani sebesar 25 juta per hektare. Ada juga bantuan asuransi bagi peternak, petani dan nelayan yang di bayar oleh pemerintah melalui Kementrian Pertanian.***




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment